Dalam dingin menyusuri jalan setapak
Terbalut embun membungkus raga
Jiwa ku kaku menahan gelora
Hati riuh tak bernada
Menyusuri malam tanpa rembulan
Desau angin menuntunku sendiri
Kepenatan yang tak berujung
Hanya kepasrahan aku bertahan
Suara lembut membimbingku tegar
Dalam keretasan jiwa mencari
Keheningan memberiku intan
Cahayamu abadi dalam Jiwaku
Aku yang hilang dalam malam,
Lepaskan jiwa dari raga
Menyatukan hati berbalut rindu
Rasakan angin menderu bersama menujumu.
NRifa
Just trust & believe each other...makes balance the world see the future can be fun ... Just trust me ;)
Minggu, 11 Maret 2012
Senin, 06 Februari 2012
Dunia tak seindah yang kita rasa jika...
"... Kehadiran seseorang dalam kehidupan belumlah tentu menjadi kesukaan bagi orang lain"
Demikian yang dirasakan seorang wanita, yang merasa bahwa kedekatannya dengan seorang teman yang lain. Mencurahkan segala sesuatu yang berhubungan dengan perasaan hati dengan tangis yang pilu, seakan dunia ini miliknya sendiri dan tidak peduli bahwa ada mahkluk lain hadir disekitarnya.
Tangisannya terus dan terus mengeluhkan apa yang sedang dialaminya, tanpa disadarinya semua itu terjadi karena kesalahan yang dibuatnya sendiri. Setiap kelakuan yang diperbuatnya selalu dianggapnya benar tanpa mau di koreksi oleh orang lain. Dan dia akan terus tertawa bahagia selama semua itu dirasa menyenangkan hatinya. Lupa akan apa yang tak terlihat, hukum alam tetap berlaku sampai kapanpun.
Sebenarnya kejadian semua itu bukanlah karena Tuhan tidak sayang padanya, justru itulah bentuk kasih yang ditunjukan. Teguran dariNya tidak lah bisa dirasa dalam kepekaan hati seorang manusia. Keberadaan teman yang mencoba memberikan kritikan dan masukan pun sebuah bentuk campur tangan Tuhan yang sangat mencintai umatnya. Namun hal itu tak akan di acuhkannya karena semua masukan yang diberikan tak masuk di akal pikirannya. Jadi apa namanya jika ada seseorang yang berpikir sedemikian rupa?
Jika suatu saat teguran halus tak diindahkan maka akan tiba saatnya dia sendiri yang tahu. Dan semua itu membawa seseorang untuk berubah, dan harus berubah. Perubahan yang akan membawa segala sesuatunya menjadi lebih baik. Dan semua itu adalah pengharapan agar perubahan yang di lakukan dapat sesuai dengan kehendak Nya.
Bertobat adalah tidak mengulang perbuatan yang salah kembali. Bisakah ?
Semoga hal ini menjadi permenungan hati.
Demikian yang dirasakan seorang wanita, yang merasa bahwa kedekatannya dengan seorang teman yang lain. Mencurahkan segala sesuatu yang berhubungan dengan perasaan hati dengan tangis yang pilu, seakan dunia ini miliknya sendiri dan tidak peduli bahwa ada mahkluk lain hadir disekitarnya.
Tangisannya terus dan terus mengeluhkan apa yang sedang dialaminya, tanpa disadarinya semua itu terjadi karena kesalahan yang dibuatnya sendiri. Setiap kelakuan yang diperbuatnya selalu dianggapnya benar tanpa mau di koreksi oleh orang lain. Dan dia akan terus tertawa bahagia selama semua itu dirasa menyenangkan hatinya. Lupa akan apa yang tak terlihat, hukum alam tetap berlaku sampai kapanpun.
Sebenarnya kejadian semua itu bukanlah karena Tuhan tidak sayang padanya, justru itulah bentuk kasih yang ditunjukan. Teguran dariNya tidak lah bisa dirasa dalam kepekaan hati seorang manusia. Keberadaan teman yang mencoba memberikan kritikan dan masukan pun sebuah bentuk campur tangan Tuhan yang sangat mencintai umatnya. Namun hal itu tak akan di acuhkannya karena semua masukan yang diberikan tak masuk di akal pikirannya. Jadi apa namanya jika ada seseorang yang berpikir sedemikian rupa?
Jika suatu saat teguran halus tak diindahkan maka akan tiba saatnya dia sendiri yang tahu. Dan semua itu membawa seseorang untuk berubah, dan harus berubah. Perubahan yang akan membawa segala sesuatunya menjadi lebih baik. Dan semua itu adalah pengharapan agar perubahan yang di lakukan dapat sesuai dengan kehendak Nya.
Bertobat adalah tidak mengulang perbuatan yang salah kembali. Bisakah ?
Semoga hal ini menjadi permenungan hati.
Langganan:
Entri (Atom)